Sulawesi Barat InfoBerantasNews.com Suasana haru, bahagia, dan penuh nuansa adat mewarnai pelaksanaan prosesi Metindor, sebuah tradisi pengantaran mempelai pria menuju kediaman mempelai perempuan yang masih dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini. Prosesi tersebut dilaksanakan dengan penuh khidmat, di mana mempelai pria berasal dari Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, sementara mempelai perempuan berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan.(21/6/2026).
Metindor bukan hanya sekadar perjalanan mengantar mempelai laki-laki menuju rumah calon istrinya, melainkan sebuah tradisi yang sarat makna dan nilai budaya. Dalam prosesi ini, keluarga besar mempelai pria bersama kerabat, sahabat, tokoh masyarakat, dan para undangan turut mengiringi perjalanan sebagai bentuk dukungan dan doa restu kepada kedua mempelai yang akan membangun bahtera rumah tangga.

Sejak keberangkatan dari Desa Taramanu Tua, suasana kebersamaan begitu terasa. Keluarga besar mempelai pria tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang menjadi simbol penghormatan kepada keluarga mempelai perempuan. Tradisi ini juga mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat yang menjunjung tinggi sopan santun, kekeluargaan, dan penghargaan terhadap adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur.
Perjalanan yang ditempuh menuju kediaman mempelai perempuan di Sulawesi Selatan menjadi bagian dari momentum penting yang menyatukan dua keluarga besar dari dua wilayah yang berbeda. Meski berasal dari daerah yang berbeda, semangat persaudaraan dan kebersamaan yang terjalin dalam prosesi tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun hubungan yang harmonis dan penuh kasih sayang.
Dalam budaya masyarakat, Metindor memiliki makna yang sangat mendalam. Tradisi ini menjadi simbol keseriusan pihak laki-laki dalam meminang dan menyerahkan dirinya kepada keluarga mempelai perempuan secara terhormat. Kehadiran keluarga besar dalam rombongan juga menjadi tanda bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar dalam satu ikatan silaturahmi yang kuat dan berkelanjutan.
Setibanya di kediaman mempelai perempuan, rombongan disambut dengan penuh kehangatan dan rasa hormat oleh keluarga besar mempelai perempuan. Momen penyambutan tersebut berlangsung dengan suasana penuh haru dan kebahagiaan, menandai dimulainya babak baru dalam kehidupan kedua mempelai. Senyum bahagia dari kedua keluarga menjadi gambaran nyata bahwa pernikahan merupakan momentum yang membawa kebahagiaan tidak hanya bagi pasangan pengantin, tetapi juga bagi seluruh keluarga yang terlibat.
Tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pelestarian tradisi Metindor sangat penting untuk menjaga identitas budaya dan memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, tradisi seperti ini harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Metindor bukan sekadar arak-arakan pengantin, tetapi merupakan simbol penghormatan, persatuan, dan silaturahmi antar keluarga. Tradisi ini mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan, rasa hormat, dan tanggung jawab dalam membangun kehidupan berumah tangga,” ujarnya.
Selain menjadi prosesi adat, Metindor juga menjadi sarana mempererat hubungan antar masyarakat. Kehadiran sanak saudara dan kerabat dari berbagai daerah menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat serta memperkuat rasa persaudaraan yang telah terjalin sejak lama.
Masyarakat yang hadir turut mendoakan agar kedua mempelai senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, rezeki yang melimpah, serta mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Doa dan harapan terbaik mengalir untuk kedua mempelai agar perjalanan rumah tangga yang akan mereka jalani selalu berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.
Prosesi Metindor yang berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat dan budaya masih hidup dan terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut diharapkan terus lestari sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa yang patut dibanggakan dan dijaga bersama.
“Selamat menempuh hidup baru kepada kedua mempelai. Semoga cinta yang dipersatukan hari ini menjadi awal dari kehidupan yang penuh kebahagiaan, keberkahan, dan keharmonisan hingga akhir hayat.
(Red).












