Morowali, InfoBerantasNews.com– Suasana duka menyelimuti keluarga besar warga Mandar di Kabupaten Morowali setelah seorang balita asal Padang Mawalle, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, meninggal dunia pada Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WITA di Puskesmas Bahodopi, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.
Balita tersebut diketahui bernama Erin Askiar, putri dari Abdul Rajab, yang masih berusia 2 tahun 4 bulan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tenaga medis, almarhumah diduga menderita penyakit paru-paru. Namun hingga saat ini penyebab pasti penyakit yang dideritanya masih menunggu kepastian lebih lanjut.

Kabar meninggalnya Erin dengan cepat menyebar melalui berbagai grup WhatsApp warga Mandar di Morowali. Mendengar kabar duka tersebut, masyarakat perantauan dari berbagai wilayah langsung berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka.
Semangat persaudaraan dan solidaritas sesama perantau kembali terlihat dalam peristiwa ini. Atas dasar kemanusiaan dan rasa kebersamaan, warga Mandar di Morowali berinisiatif menggalang dana secara sukarela untuk membantu biaya pemulangan jenazah ke kampung halamannya di Padang Mawalle, Kecamatan Tutar.
Berkat kepedulian masyarakat serta bantuan dari salah seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Rahim, yang juga merupakan putra daerah Kecamatan Tutar, kebutuhan biaya transportasi dan akomodasi akhirnya dapat terpenuhi.
Jenazah almarhumah bersama kedua orang tuanya berhasil diberangkatkan menuju kampung halaman sekitar pukul 21.00 WITA pada hari yang sama.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kehidupan para perantau tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk ketika menghadapi situasi darurat seperti musibah atau kematian anggota keluarga. Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Mandar kembali membuktikan bahwa nilai-nilai persaudaraan tetap hidup meski berada jauh dari kampung halaman.
Masyarakat Mandar di Morowali berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kebutuhan warga perantauan, salah satunya dengan menyediakan fasilitas ambulans yang dapat digunakan untuk membantu proses evakuasi pasien maupun pemulangan jenazah. Harapan tersebut dinilai penting mengingat jumlah warga Mandar yang bekerja dan mencari nafkah di Kabupaten Morowali terus bertambah dari tahun ke tahun.
Keberadaan ambulans yang dikelola untuk kepentingan masyarakat Mandar di tanah rantau diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang tertimpa musibah, sekaligus menjadi bentuk nyata perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga perantauan.
Semoga almarhumah Erin Askiar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
(Red).












