Daerah  

Rembuk Stunting Desa Buntubuda Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Wujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkualitas

Mamasa, InfoBerantasNews.com– Pemerintah Desa Buntubuda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, menggelar kegiatan Rembuk Stunting sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Buntubuda ini dihadiri oleh pemerintah desa, tenaga kesehatan, perwakilan Puskesmas, kader Posyandu, pendamping desa, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur yang memiliki peran penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat.(15/7/2026).

Rembuk Stunting merupakan agenda strategis yang bertujuan menyatukan persepsi, menyusun rencana aksi, serta memperkuat koordinasi antarinstansi dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanganan stunting secara terpadu. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengevaluasi kondisi stunting di Desa Buntubuda sekaligus menyepakati langkah-langkah konkret yang akan menjadi prioritas pembangunan desa pada bidang kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan yang menjadi penyebab stunting dibahas secara mendalam, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, pola asuh anak, akses pelayanan kesehatan, sanitasi lingkungan, penyediaan air bersih, hingga pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting sejak dini. Seluruh peserta juga memberikan masukan dan rekomendasi sebagai dasar penyusunan program desa yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Buntubuda Armas menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah atau tenaga kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Anak yang sehat adalah investasi terbesar bagi desa. Melalui Rembuk Stunting, kita satukan langkah, satukan hati, dan satukan komitmen demi melahirkan generasi yang kuat dan berkualitas. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung setiap program pencegahan stunting, karena masa depan desa bergantung pada kesehatan dan kualitas anak-anak kita,” ujar Kepala Desa.

Lebih lanjut, Kepala Desa menyampaikan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama. Menurutnya, anak-anak yang tumbuh sehat, memperoleh asupan gizi yang cukup, pendidikan yang baik, dan lingkungan yang mendukung akan menjadi generasi penerus yang mampu membawa Desa Buntubuda menuju kemajuan.

Ia juga mengajak seluruh perangkat desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan para orang tua untuk meningkatkan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak. Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan kesehatan rutin, pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat.

Dalam kesempatan tersebut, para tenaga kesehatan turut memaparkan kondisi stunting di wilayah Desa Buntubuda serta berbagai langkah intervensi yang telah dan akan terus dilakukan. Selain intervensi spesifik melalui pelayanan kesehatan, juga diperlukan intervensi sensitif berupa peningkatan akses air bersih, sanitasi layak, ketahanan pangan keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar upaya penurunan stunting dapat berjalan secara optimal.

Melalui forum Rembuk Stunting ini, seluruh peserta menyepakati pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor agar setiap program yang direncanakan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hasil rembuk akan menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembangunan desa sehingga seluruh program pencegahan stunting dapat dianggarkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Pemerintah Desa Buntubuda berharap sinergi yang telah terbangun melalui Rembuk Stunting ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, lembaga desa, serta seluruh masyarakat, target penurunan angka stunting diyakini dapat tercapai.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Buntubuda dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing. Harapannya, setiap anak di Desa Buntubuda dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga mampu menjadi aset berharga bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara menuju terwujudnya Indonesia Emas.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *