Polewali Mandar Infoberantasnews.com Di tengah tingginya harga pupuk dan biaya perawatan perkebunan yang semakin mahal, masyarakat Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat justru membuktikan bahwa alam yang subur masih mampu memberikan hasil luar biasa.(14/5/2026).
Hamparan kebun kelapa sawit milik warga di desa tersebut kini mulai memasuki masa panen perdana. Menariknya, tanaman kelapa sawit yang tumbuh subur itu disebut tidak menggunakan pupuk kimia maupun bahan tambahan lainnya. Meski dirawat secara sederhana, pohon-pohon sawit tetap menghasilkan tandan buah segar yang cukup baik dan mulai dipanen oleh masyarakat.
Pemandangan aktivitas warga di kebun kini mulai terlihat ramai. Sejak pagi hari, masyarakat bergotong royong memanen buah sawit, mengumpulkan hasil panen, hingga mengangkutnya keluar dari area perkebunan. Suasana penuh semangat dan rasa syukur tampak jelas dari wajah para petani yang selama ini menunggu hasil dari kerja keras mereka.
Warga setempat mengaku bersyukur karena tanaman sawit yang tumbuh di kawasan perbukitan dan tanah alami Tutar mampu berkembang dengan baik tanpa ketergantungan pupuk kimia. Kesuburan tanah di wilayah tersebut dinilai masih sangat terjaga sehingga tanaman dapat tumbuh secara alami.
“Alhamdulillah, walaupun tanpa pupuk, sawit tetap berbuah. Ini menjadi rezeki dan harapan baru bagi masyarakat,” ujar salah satu warga petani saat berada di lokasi kebun.
Keberhasilan panen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Taramanu Tua. Selain menjadi sumber penghasilan baru, hasil perkebunan sawit juga diharapkan mampu membantu meningkatkan perekonomian keluarga warga di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Tidak sedikit masyarakat yang sebelumnya hanya bergantung pada hasil pertanian tradisional kini mulai melihat potensi besar dari sektor perkebunan kelapa sawit. Bahkan, keberhasilan panen perdana ini mulai menarik perhatian warga sekitar karena dinilai mampu membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa.
Kecamatan Tutar sendiri dikenal sebagai wilayah dengan kondisi alam yang masih asri dan memiliki tanah yang cukup subur untuk sektor pertanian maupun perkebunan. Dengan kondisi lingkungan yang masih alami, banyak tanaman perkebunan tumbuh dengan baik di wilayah tersebut.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan sektor perkebunan di pedesaan, khususnya terkait akses jalan menuju kebun, bantuan alat pertanian, hingga kemudahan pemasaran hasil panen masyarakat. Menurut mereka, dukungan infrastruktur sangat penting agar hasil kebun dapat diangkut dengan mudah dan memiliki nilai jual yang lebih baik.
Panen kelapa sawit di Desa Taramanu Tua kini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat pedesaan. Dari tanah yang subur dan kerja keras tanpa mengenal lelah, warga membuktikan bahwa alam masih mampu memberikan kehidupan dan kesejahteraan bagi mereka yang tekun mengelolanya.
(Red).












