SOPPENG-InfoBerantasNews.com — Krisis distribusi air bersih PDAM di Kabupaten Soppeng kini semakin meluas dan memicu keluhan masyarakat di berbagai wilayah. Setelah sebelumnya dikeluhkan warga Tonronge Takalala, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, persoalan serupa kini merambat ke sejumlah desa di Kecamatan Lilirilau.
Berdasarkan laporan yang diterima Pimpinan Redaksi BreakingNewsPost.id, gangguan distribusi air bersih PDAM turut dirasakan masyarakat di Desa Tetewatu, Desa Abbanuange Dusun Peppae Saleng, hingga Desa Palangiseng Dusun Togora.
Warga mengaku pasokan air bersih kembali mengalami kemacetan tanpa kepastian waktu normalisasi. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan konsumsi rumah tangga.
“Air sering macet dan tidak jelas kapan kembali normal. Kadang mengalir tengah malam dengan tekanan kecil, kadang sama sekali tidak ada,” ungkap salah seorang warga Togora kepada media ini, Kamis (28/5/2026).
Keluhan serupa juga datang dari warga Desa Tetewatu dan Dusun Peppae Saleng. Mereka menilai gangguan distribusi air bukan lagi persoalan baru, melainkan masalah lama yang terus berulang tanpa solusi nyata dari pihak terkait.
Sejumlah warga bahkan mengaku mulai kehilangan kesabaran karena buruknya pelayanan distribusi air dinilai semakin parah dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian masyarakat terpaksa mencari sumber air alternatif, sementara lainnya harus membeli air demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami pelanggan resmi, setiap bulan bayar rekening air. Tapi pelayanan justru sering mengecewakan,” keluh warga lainnya.
Masyarakat juga mempertanyakan minimnya informasi dari pihak PDAM terkait penyebab gangguan distribusi yang terjadi hampir di sejumlah titik wilayah pelayanan. Warga berharap ada keterbukaan informasi agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Meluasnya krisis air bersih tersebut mulai menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak mendesak pemerintah daerah bersama PDAM segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pelayanan air bersih di Kabupaten Soppeng.
Ketua DPD LSM APKAN RI Kabupaten Soppeng turut angkat bicara terkait persoalan tersebut. Ia menilai kebutuhan air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan.
“Kalau gangguan distribusi terus terjadi di banyak wilayah tanpa solusi jelas, ini harus menjadi perhatian serius. Masyarakat butuh kepastian pelayanan, bukan terus-menerus hidup dalam krisis air,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera turun melakukan pengawasan terhadap pelayanan PDAM agar persoalan yang terus berulang tersebut tidak semakin meluas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak PDAM terkait penyebab terganggunya distribusi air di sejumlah wilayah tersebut. Sementara masyarakat berharap ada langkah cepat dan konkret agar krisis air bersih yang melanda beberapa desa di Soppeng segera teratasi.Red












