Polewali mandar, InfoBerantasNews.com– Di tengah berbagai upaya pembangunan yang terus digalakkan pemerintah, masih terdapat masyarakat yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Salah satunya dialami oleh seorang warga di Desa Batupanga, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, yang hingga saat ini masih menempati rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni.
Rumah panggung sederhana yang berdiri di atas tiang-tiang kayu tersebut tampak telah termakan usia. Atap rumah yang sebagian besar terbuat dari daun rumbia terlihat lapuk dan rusak di sejumlah bagian. Dinding rumah yang terbuat dari papan kayu juga tampak kusam, rapuh, dan mulai mengalami keretakan. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama saat musim hujan dan angin kencang melanda wilayah tersebut.

Dari kondisi fisik bangunan yang terlihat, rumah tersebut sudah tidak mampu lagi memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya. Setiap hari, keluarga yang tinggal di dalam rumah tersebut harus menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan. Ketika hujan turun, mereka dihantui rasa cemas akan kebocoran atap dan kemungkinan kerusakan yang lebih parah. Sementara saat cuaca buruk, keselamatan penghuni menjadi perhatian utama karena struktur bangunan yang sudah tua dan rapuh.
Kondisi rumah tersebut menjadi potret nyata bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Di balik pembangunan yang terus berjalan, masih terdapat warga yang berjuang untuk mendapatkan hak dasar berupa tempat tinggal yang layak dan aman.
Menurut sejumlah warga sekitar, keluarga yang menempati rumah tersebut hidup dalam keterbatasan ekonomi sehingga belum mampu melakukan perbaikan rumah secara mandiri. Meski demikian, mereka tetap berusaha bertahan dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh kesabaran.
Rumah layak huni merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangat penting. Selain berfungsi sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan, rumah juga menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya anggota keluarga. Oleh karena itu, kondisi rumah yang tidak layak huni dapat berdampak pada kualitas hidup, kesehatan, serta kesejahteraan penghuninya.
Masyarakat berharap pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, maupun instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi warga tersebut melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau program bantuan sosial lainnya yang dapat membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat kurang mampu.
Selain pemerintah, kepedulian dari berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR), hingga para dermawan juga sangat diharapkan. Semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Indonesia diyakini mampu menjadi solusi dalam membantu sesama yang membutuhkan.
Kondisi rumah warga Desa Batupanga ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat menikmati kehidupan yang layak dan sejahtera. Kehadiran negara dan kepedulian sosial sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi warga yang harus tinggal di rumah yang membahayakan keselamatan mereka.
Melalui rilis ini, diharapkan pihak-pihak terkait dapat melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya dan mengambil langkah-langkah konkret yang diperlukan. Harapan besar disampaikan agar keluarga tersebut dapat segera memperoleh bantuan sehingga memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, sehat, dan manusiawi.
Karena pada hakikatnya, setiap warga negara berhak memperoleh kehidupan yang layak, termasuk hak untuk tinggal di rumah yang aman dan bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Semoga jeritan hati warga yang hidup dalam keterbatasan ini dapat didengar, dan menjadi panggilan kemanusiaan bagi semua pihak untuk bersama-sama menghadirkan harapan melalui sebuah rumah yang layak huni.”
(Red).












