Berita  

Jalan Poros Nosu – Pana’ Memprihatinkan, Sebuah Mobil Terjebak dalam Lumpur

Mamasa, InfoBerantasNews.com– Kondisi Jalan Poros Nosu–Pana’ yang menjadi akses utama penghubung antarwilayah di Kabupaten Mamasa kembali menjadi sorotan masyarakat. Ruas jalan yang selama ini menjadi jalur vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan mobilitas warga kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.(2/7/2026).

Pada hari ini, sebuah kendaraan roda empat dilaporkan terjebak di tengah kubangan lumpur yang menutupi badan jalan. Kendaraan tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan selama beberapa waktu akibat kondisi jalan yang licin dan berlumpur, sehingga membutuhkan bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi kendaraan tersebut agar dapat kembali melintas.

Peristiwa ini bukanlah kejadian pertama. Warga setempat mengaku telah berulang kali menghadapi kondisi serupa, terutama saat musim hujan tiba. Jalan yang rusak parah dan minim perbaikan menyebabkan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, kerap mengalami kesulitan melintas bahkan terancam mengalami kecelakaan.

Jalan poros Nosu–Pana’ memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antar kecamatan yang menopang distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat. Kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga berdampak pada pelayanan kesehatan dan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah pedalaman.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur tersebut. Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi menjamin keselamatan pengguna jalan serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Kabupaten Mamasa.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka aktivitas warga akan semakin terganggu dan biaya transportasi akan semakin tinggi,” ungkap salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

Selain menghambat mobilitas masyarakat, kondisi jalan yang rusak juga berpotensi mengisolasi sejumlah desa apabila curah hujan meningkat. Oleh karena itu, diperlukan langkah cepat dan konkret agar akses transportasi masyarakat tetap terjaga dan pembangunan di wilayah pedalaman dapat berjalan secara merata.

Masyarakat berharap peristiwa mobil yang terjebak dalam lumpur ini menjadi perhatian bersama dan menjadi momentum untuk mempercepat penanganan infrastruktur jalan di kawasan Nosu–Pana’. Infrastruktur yang baik bukan hanya soal kenyamanan perjalanan, tetapi juga menyangkut keselamatan, kesejahteraan, dan masa depan masyarakat di wilayah tersebut.

“Jalan yang layak adalah hak masyarakat dan merupakan fondasi utama pembangunan daerah.”

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *