TNI  

Jembatan Garuda di Desa Kunyi Mulai Dipasangi Gelagar Baja, Warga Nantikan Akses Ekonomi

Polewali Mandar InfoBerantasNews.com– Pembangunan Jembatan Perintis Garuda tipe gantung di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mulai memasuki tahap pemasangan gelagar baja. Tahapan ini dikerjakan setelah pemasangan tali sling selesai dilakukan.

Jembatan gantung sepanjang 45 meter tersebut diharapkan menjadi akses penghubung yang memudahkan aktivitas masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi warga setempat.

Pantauan di lokasi, Jumat (9/10/2026), anggota TNI bersama masyarakat mulai memasang gelagar baja yang menjadi bagian dari struktur lantai jembatan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap komponen terpasang sesuai tahapan pembangunan.

Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan, pemasangan gelagar baja kini sudah mulai dikerjakan setelah tahapan sebelumnya rampung.

“Alhamdulillah, pemasangan gelagar baja sudah mulai kita kerjakan. Pembangunan terus kita lanjutkan sesuai tahapan agar jembatan ini bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Letkol Ikhwan.

Dia menjelaskan, pembangunan jembatan gantung membutuhkan waktu karena terdapat sejumlah tahapan teknis yang harus dilalui. Di antaranya, proses pengeringan blok angkur dan tiang pylon sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Menurutnya, setiap tahapan perlu diperhatikan agar struktur jembatan dapat terpasang dengan baik dan mendukung keamanan saat nantinya digunakan masyarakat.

Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses wilayah pedesaan. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperlancar hubungan antarkawasan serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Dengan dimulainya pemasangan gelagar baja, pembangunan jembatan di Desa Kunyi kini terus berprogres. Masyarakat pun berharap jembatan tersebut dapat segera rampung sehingga akses yang selama ini dinantikan bisa dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *