Daerah  

Bupati Mamasa Gerak Cepat Kejar Target Stunting, Sejumlah OPD Dipanggil

MAMASA, INFOBERANTASNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Mamasa memperkuat langkah percepatan penurunan stunting. Bupati Mamasa Welem Sambolangi memimpin rapat koordinasi khusus bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu (23/9/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati, Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Mamasa, dimulai sekitar pukul 14.00 WITA. Pertemuan tersebut secara khusus membahas evaluasi dan langkah percepatan penanganan stunting di Kabupaten Mamasa.

Sejumlah pejabat OPD yang berkaitan langsung dengan program penurunan stunting diminta hadir dalam rapat tersebut. Bupati menekankan agar kepala OPD hadir secara langsung dan tidak mewakilkan kehadirannya.

Mereka juga diarahkan membawa pejabat maupun staf teknis yang menguasai data serta mengetahui pelaksanaan program di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan agar pembahasan tidak sebatas koordinasi administratif. Pemerintah daerah ingin memastikan kondisi faktual, data sasaran intervensi, perkembangan program, hingga kendala di lapangan dapat dibahas secara langsung.

Adapun unsur yang dilibatkan antara lain Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DPPKB-PPA, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Sinkronisasi Data Jadi Perhatian

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam rapat adalah pentingnya sinkronisasi data antar-OPD.

Data yang akurat diperlukan untuk memastikan kelompok sasaran mendapatkan intervensi sesuai kebutuhan. Selain itu, evaluasi terhadap program yang telah berjalan juga diperlukan untuk melihat sejauh mana intervensi memberikan dampak terhadap upaya penurunan stunting.

Pembahasan mencakup berbagai aspek, mulai dari pendampingan keluarga, pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, hingga faktor lain yang berkaitan dengan kondisi keluarga dan lingkungan.

Penanganan stunting sendiri membutuhkan keterlibatan berbagai sektor karena persoalannya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Faktor sanitasi, pola asuh, kondisi sosial ekonomi, pemenuhan gizi dan perlindungan sosial juga memiliki keterkaitan dengan kondisi anak dan keluarga.

Target Turunkan Prevalensi Stunting

Pemerintah Kabupaten Mamasa sebelumnya menargetkan penurunan prevalensi stunting dari 31 persen pada 2025 menjadi 27 persen pada 2027.

Target tersebut menjadi pekerjaan lintas sektor yang membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, OPD terkait, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pendampingan keluarga.

Melalui rapat koordinasi khusus ini, Pemkab Mamasa berupaya menyatukan data, mengevaluasi pelaksanaan program, serta mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan tindak lanjut.

Rapat tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret dan terukur sehingga upaya penurunan stunting tidak hanya berhenti pada koordinasi, tetapi dapat diterjemahkan dalam intervensi yang tepat sasaran di lapangan.

Pemerintah daerah juga perlu memastikan setiap program berjalan berdasarkan data dan kondisi faktual masyarakat, sehingga target penurunan stunting dapat dipantau secara berkala dan dievaluasi secara berkelanjutan.

 

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *