MAMASA, InfoBerantasNews.com – Sebanyak 12 siswa SMP Negeri 1 Tabulahan, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilarikan ke Puskesmas Tabulahan setelah diduga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut diketahui pada Senin (28/9/2026), setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media dari Kepala Puskesmas Tabulahan, Irianna, para siswa yang mendapat penanganan medis umumnya mengalami sejumlah gejala, seperti mual, pusing hingga muntah-muntah.
Irianna menyampaikan informasi tersebut melalui pesan WhatsApp, termasuk pesan suara, saat dikonfirmasi mengenai kondisi para siswa yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Tabulahan.
Menurut Irianna, hingga saat ini terdapat 12 siswa yang sedang atau telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tabulahan. Dari jumlah tersebut, dua siswa telah diperbolehkan pulang, sementara tujuh siswa masih mendapatkan penanganan berupa pemasangan infus dan tiga siswa lainnya masih dalam tahap observasi oleh petugas medis.
“Dua siswa sudah dipulangkan, kami harapkan, jika ada mengalami keluhan agar segera ke Puskesmas,” ungkap Irianna.
Penanganan dilakukan sebagai langkah medis untuk memastikan kondisi para siswa tetap terpantau setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi.
Meski demikian, penyebab pasti munculnya keluhan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan keracunan belum dapat disimpulkan sebagai akibat dari makanan MBG sebelum adanya hasil pemeriksaan dan penelusuran dari pihak terkait.
Pihak Puskesmas Tabulahan juga mengimbau kepada siswa maupun masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tersebut agar segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan saat ini terus dipantau oleh tenaga kesehatan Puskesmas Tabulahan.
Peristiwa ini menjadi perhatian, khususnya terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut. Pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa serta memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada peserta didik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas masih melakukan penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
(Red).












