Mamasa InfoBerantasNews.com Pelaksanaan kegiatan Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Pana’ menuai sorotan dari sejumlah peserta dan pendamping. Kegiatan yang seharusnya menjadi momentum pembinaan generasi muda melalui gerakan Pramuka tersebut, diduga belum didukung dengan kesiapan fasilitas yang memadai di lokasi kegiatan.(7/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah peserta dan pendamping mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung, terutama terkait ketersediaan air bersih dan sarana kamar mandi/WC (MCK). Kondisi tersebut disebut membuat peserta mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar selama mengikuti rangkaian kegiatan jambore.
Keluhan ini menjadi perhatian karena kegiatan Jambore Ranting melibatkan banyak peserta, khususnya anggota Pramuka yang membutuhkan lingkungan kegiatan yang aman, sehat, dan nyaman. Ketersediaan fasilitas dasar seperti air bersih dan sanitasi merupakan bagian penting yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Sejumlah pendamping peserta berharap panitia pelaksana dapat lebih memperhatikan aspek perencanaan dan kesiapan lapangan sebelum kegiatan dimulai. Menurut mereka, keberhasilan sebuah kegiatan bukan hanya dilihat dari pelaksanaan acara dan rangkaian program, tetapi juga dari kesiapan fasilitas yang menunjang kebutuhan peserta selama berada di lokasi.
“Peserta datang untuk mengikuti kegiatan pembinaan dan belajar tentang kedisiplinan, kemandirian, serta kebersamaan. Namun, jika kebutuhan dasar seperti air bersih dan kamar mandi belum terpenuhi secara maksimal, tentu akan mengganggu kenyamanan dan kesehatan peserta,” ujar salah seorang pendamping.
Selain itu, kondisi fasilitas yang kurang memadai juga dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kesehatan peserta, mengingat kegiatan jambore biasanya berlangsung dalam beberapa hari dengan aktivitas yang cukup padat. Oleh karena itu, aspek kebersihan dan sanitasi seharusnya menjadi perhatian serius pihak panitia.
Gerakan Pramuka sendiri merupakan organisasi pendidikan nonformal yang bertujuan membentuk karakter generasi muda agar memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Karena itu, pelaksanaan kegiatan Pramuka diharapkan mencerminkan nilai-nilai tersebut, termasuk dalam hal pelayanan dan kepedulian terhadap peserta.
Dengan adanya keluhan dari peserta dan pendamping, berbagai pihak berharap panitia Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kwarran Pana’ dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait kendala fasilitas yang terjadi. Selain itu, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar kegiatan serupa di masa mendatang dapat dipersiapkan lebih baik.
Sementara itu, masyarakat juga meminta agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan dapat lebih memperhatikan standar pelayanan, terutama menyangkut kebutuhan dasar peserta. Sebab, kegiatan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda harus mengutamakan faktor keamanan, kesehatan, serta kenyamanan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia pelaksana Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kwarran Pana’ masih diharapkan memberikan klarifikasi terkait keluhan peserta dan pendamping mengenai fasilitas air bersih serta sarana MCK yang dinilai belum maksimal.
(Red).












