Polewali Mandar InfoBerantasNews.com– Wilayah Provinsi Sulawesi Barat kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Kamis, 9 Juli 2026. Berdasarkan informasi awal yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 08.09.36 WIB atau sekitar 09.09 WITA dengan kekuatan Magnitudo (M) 5,0.
Hasil analisis awal BMKG menunjukkan episentrum gempa berada pada koordinat 3,78 Lintang Selatan dan 119,02 Bujur Timur, tepatnya sekitar 50 kilometer di selatan Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, dengan kedalaman 10 kilometer. Kedalaman tersebut tergolong gempa dangkal yang berpotensi menimbulkan guncangan yang cukup dirasakan di sejumlah wilayah di Sulawesi Barat, terutama daerah yang berada di sekitar pusat gempa.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh sebagian masyarakat di beberapa daerah. Sejumlah warga mengaku sempat keluar dari rumah dan tempat kerja untuk menyelamatkan diri sebagai langkah antisipasi. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan. Pendataan terhadap kemungkinan adanya dampak kerusakan masih berlangsung untuk memastikan situasi di wilayah yang berada di sekitar pusat gempa. Masyarakat yang merasakan guncangan juga diimbau segera melaporkan apabila terdapat kerusakan bangunan atau kondisi yang membahayakan keselamatan.
BMKG menegaskan bahwa informasi yang disampaikan merupakan informasi awal yang mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat. Oleh karena itu, parameter gempa seperti magnitudo, lokasi episentrum, maupun kedalaman masih dapat mengalami perubahan setelah proses analisis data dilakukan secara lebih lengkap. Pembaruan informasi akan disampaikan apabila terdapat perubahan hasil pengolahan data.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta hanya mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG, pemerintah daerah, maupun instansi berwenang lainnya agar tidak terjadi kepanikan.
Selain itu, masyarakat diharapkan selalu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa susulan. Apabila terjadi gempa kembali, masyarakat disarankan untuk segera melakukan langkah penyelamatan diri dengan menjauhi bangunan yang berpotensi roboh, menghindari tiang listrik, papan reklame, pohon besar, maupun lereng yang rawan longsor. Setelah guncangan berhenti, pastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali masuk ke dalam rumah.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, diimbau tetap memperhatikan informasi resmi dari BMKG mengenai potensi bahaya lanjutan. Hingga saat ini belum terdapat informasi resmi yang menyatakan adanya potensi tsunami akibat gempa tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa konfirmasi dari sumber resmi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa Sulawesi Barat merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat aktivitas kegempaan cukup tinggi karena berada di kawasan yang dipengaruhi oleh aktivitas beberapa sesar aktif dan pergerakan lempeng tektonik. Oleh sebab itu, budaya kesiapsiagaan bencana perlu terus ditingkatkan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, perkantoran, maupun fasilitas umum.
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, serta instansi terkait terus bersiaga dan memantau perkembangan situasi. Apabila ditemukan adanya dampak signifikan akibat gempa ini, informasi lanjutan akan segera disampaikan kepada masyarakat.
Data awal gempa berdasarkan BMKG:
Hari/Tanggal : Kamis, 9 Juli 2026
Waktu : 08.09.36 WIB (09.09 WITA)
Magnitudo : 5,0
Lokasi : 3,78 LS – 119,02 BT
Pusat Gempa : 50 kilometer Selatan Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Kedalaman : 10 kilometer
Disclaimer BMKG: Informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan masih dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang diterima.
(Red).












