MAMASA InfoBerantasNews.com– Peristiwa perkelahian yang melibatkan empat anak di Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, yang terjadi pada Rabu lalu, akhirnya berakhir dengan penyelesaian secara damai.
Penyelesaian permasalahan tersebut dilakukan melalui proses mediasi yang berlangsung pada hari ini di Kantor Polsek Mambi. Dalam kegiatan tersebut, pihak kepolisian mempertemukan seluruh pihak yang terlibat, termasuk keempat anak bersama orang tua atau keluarga masing-masing, guna mencari jalan keluar terbaik atas kejadian yang terjadi.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, masing-masing pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan penjelasan dan menyampaikan harapan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Setelah melalui proses mediasi, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai dan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
Kesepakatan damai tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga hubungan baik antar keluarga serta memberikan ruang bagi anak-anak yang terlibat agar dapat memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.
Pihak keluarga juga menyatakan kesediaannya untuk memberikan pembinaan dan pengawasan lebih intensif kepada anak-anak mereka. Hal ini dinilai penting agar anak-anak dapat memahami dampak dari setiap tindakan yang dilakukan serta mampu menyelesaikan perbedaan dengan cara yang lebih baik.
Kapolsek Mambi melalui proses mediasi tersebut mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan, terutama karena perkara ini melibatkan anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan dan pembinaan dari keluarga maupun lingkungan sekitar.
Dengan adanya kesepakatan damai ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kelurahan Mambi tetap terjaga dengan baik. Masyarakat diharapkan dapat terus mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi pertumbuhan anak-anak.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua agar terus meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak serta memberikan pendidikan tentang pentingnya menghargai sesama, menghindari tindakan kekerasan, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang bijaksana.
(Red).












