Evaluasi kegiatan Pelaksanaan PMT Lokal Tahun 2025 dan Pelatihan Tim Pelaksana Penyiapan PMT bagi Bumil KEK dan Balita Gizi Kurang tahun 2026 Digelar di Puskesmas Mamasa

Mamasa Infoberantasnews.com— Puskesmas Mamasa melaksanakan kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Pelatihan Tim Pelaksana dalam Penyiapan PMT bagi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan balita gizi kurang tahun 2026.(9/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tenaga kesehatan, petugas gizi, bidan desa, kader posyandu, serta tim pelaksana program PMT dari berbagai wilayah kerja puskesmas. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan masalah gizi ibu hamil dan balita.

Kepala Puskesmas Mamasa  Maryam,SKM.M.Adm.Kes dalam sambutannya menyampaikan bahwa program PMT lokal memiliki peran penting dalam upaya menekan angka stunting dan gizi kurang di Kabupaten Mamasa. Menurutnya, evaluasi pelaksanaan program sangat diperlukan agar seluruh kegiatan yang telah berjalan dapat diketahui capaian, hambatan, serta langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan ke depan.

“Program PMT lokal bukan hanya sekadar pemberian makanan tambahan, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan balita. Karena itu, kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan agar program ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kepala Puskesmas.

Ia juga menegaskan bahwa ibu hamil KEK dan balita gizi kurang merupakan kelompok prioritas yang harus mendapatkan perhatian serius. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh tim pelaksana memiliki kemampuan dan pemahaman yang lebih baik dalam menyiapkan makanan tambahan yang bergizi, higienis, dan berbahan dasar pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat.

Selain pelaksanaan evaluasi, peserta juga mengikuti pelatihan teknis terkait tata cara penyiapan PMT sesuai standar kesehatan. Materi yang diberikan meliputi pemilihan bahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi, teknik pengolahan makanan yang higienis, hingga penyajian makanan yang menarik dan sesuai kebutuhan gizi ibu hamil serta balita.

Kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat koordinasi antara tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Mamasa. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Kepala Puskesmas Mamasa berharap melalui evaluasi dan pelatihan ini, kualitas pelaksanaan program PMT lokal dapat semakin meningkat sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan balita.

“Harapan kami, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat serta menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan bebas dari masalah gizi,” tutupnya.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *