Morotai-InfoBerantasNews.com —Kabar duka menyelimuti keluarga besar dan masyarakat atas berpulangnya Yulin Matias, yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo pada 23 Maret 2026. Setelah melalui proses pemulangan, almarhum kemudian dimakamkan pada 25 April 2026 di Desa Saminyamau, Kabupaten Pulau Morotai.
Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh haru. Keluarga, kerabat, sahabat, serta masyarakat setempat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Isak tangis mengiringi pelepasan, namun doa dan pengharapan turut menguatkan keluarga yang ditinggalkan.

Kepergian Yulin Matias meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekat. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang sederhana, ramah, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Bagi banyak orang, ia bukan hanya anggota keluarga, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang selalu hadir dengan ketulusan.
Kenangan akan kebaikan dan kebersamaan bersama almarhum menjadi penghiburan tersendiri bagi keluarga. Nilai-nilai kehidupan yang ia tinggalkan diharapkan tetap hidup dan menjadi teladan bagi generasi yang akan datang.
Dalam suasana duka, keluarga juga mendapatkan penguatan melalui firman Tuhan. Seperti tertulis dalam Yohanes 11:25-26:
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.”
Ayat tersebut menjadi sumber pengharapan bahwa di tengah kesedihan, terdapat janji kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya.
Keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sejak masa perawatan di rumah sakit, proses pemulangan jenazah, hingga pelaksanaan pemakaman. Dukungan moral, doa, serta kehadiran masyarakat menjadi penghiburan besar dalam masa duka ini.
Selamat jalan, Yulin Matias. Kiranya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kasih, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan serta kekuatan.
Penulis: Marnisto Gula












