Mamasa InfoBerantasNews.com– Kondisi jembatan gantung yang menjadi akses utama penghubung empat desa di Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kini semakin memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi pada sejumlah bagian jembatan telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat karena dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna yang melintas setiap hari.(8/6/2026).
Jembatan tersebut merupakan sarana vital yang menghubungkan Desa Karaka, Desa Tallang Bulawan, Desa Mamullu, dan Desa Manipi. Selama bertahun-tahun, jembatan ini menjadi jalur utama bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga kegiatan ekonomi dan pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga.
Namun, di balik peran pentingnya sebagai urat nadi transportasi masyarakat, kondisi jembatan saat ini dinilai jauh dari layak. Warga mengaku harus melintasi jembatan dengan penuh kehati-hatian karena khawatir terhadap potensi kecelakaan akibat kerusakan yang semakin parah. Setiap langkah yang diambil di atas jembatan tersebut seakan menjadi pertaruhan keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah, lansia, dan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.
Menurut keterangan masyarakat setempat, usulan perbaikan jembatan sebenarnya telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah melalui berbagai forum perencanaan pembangunan. Aspirasi warga telah diajukan dari tingkat desa hingga kecamatan, bahkan menjadi pembahasan dalam sejumlah kesempatan. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada realisasi nyata yang dirasakan masyarakat terkait perbaikan maupun pembangunan kembali jembatan tersebut.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan sekaligus kekecewaan di tengah masyarakat. Pasalnya, jembatan tersebut bukan hanya berfungsi sebagai penghubung wilayah, tetapi juga menjadi akses utama yang menopang kehidupan sosial dan ekonomi warga di empat desa. Kerusakan yang terus dibiarkan berpotensi menghambat mobilitas masyarakat dan mengganggu aktivitas sehari-hari yang sangat bergantung pada keberadaan jembatan tersebut.
Para petani yang menjadi tulang punggung perekonomian desa mengaku kesulitan mengangkut hasil pertanian ketika kondisi jembatan semakin memburuk. Sementara itu, para pelajar harus tetap melintasi jembatan yang rusak demi mendapatkan akses pendidikan. Di sisi lain, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan juga tidak memiliki banyak pilihan selain menggunakan jembatan tersebut sebagai jalur utama menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Masyarakat menilai bahwa persoalan ini tidak boleh lagi dipandang sebagai masalah biasa. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Infrastruktur yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan masyarakat semestinya mendapatkan perhatian serius serta penanganan yang cepat dari pemerintah.
Warga empat desa berharap Pemerintah Kabupaten Mamasa, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, maupun pemerintah pusat dapat segera turun tangan melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi jembatan. Masyarakat juga meminta agar usulan yang selama ini disampaikan tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata.
Lebih jauh, masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu hingga terjadi kecelakaan atau korban jiwa sebelum melakukan perbaikan. Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa kelalaian dalam menangani infrastruktur yang rusak sering kali berujung pada peristiwa yang merugikan masyarakat. Oleh karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Jembatan penghubung Desa Karaka, Tallang Bulawan, Mamullu, dan Manipi bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan dan akses kehidupan bagi masyarakat Kecamatan Pana. Keberadaannya sangat menentukan kelancaran aktivitas ribuan warga yang setiap hari menggantungkan kebutuhan hidup mereka pada akses tersebut.
Atas dasar itu, masyarakat mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan perbaikan jembatan yang telah lama diusulkan. Mereka berharap suara dan harapan warga tidak lagi diabaikan, melainkan menjadi perhatian serius demi terwujudnya infrastruktur yang aman, layak, dan mampu mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Jangan tunggu korban berjatuhan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jembatan penghubung empat desa di Kecamatan Pana membutuhkan perhatian dan tindakan nyata sekarang juga.”
(Red).












