Daerah  

Miris! Rumah Warga di Mamasa Tertimbun Longsor, Kerugian Belum Bisa Ditaksir

Mamasa, Infoberantasnews.com Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Kali ini, satu unit rumah warga di Dusun Kalambangan, Desa Uhailanu, Kecamatan Aralle, tertimbun material longsor pada Kamis, 8 Mei 2026 sekitar pukul 17.30 WITA.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Aralle dan sekitarnya sejak siang hingga sore hari. Kondisi tanah yang labil di daerah pegunungan diduga menjadi penyebab utama longsor yang tiba-tiba menerjang rumah warga.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyebabkan kerugian materil yang cukup besar. Seluruh bagian rumah bersama berbagai perabot rumah tangga, perlengkapan sehari-hari, hingga barang-barang milik korban dilaporkan tertimbun material tanah, batu, dan lumpur.
Hingga saat ini, jumlah kerugian materil belum dapat ditaksir karena kondisi rumah masih tertutup material longsor dan akses menuju lokasi cukup sulit dijangkau.
Salah seorang warga setempat, Aksan, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan longsor terjadi secara tiba-tiba ketika hujan deras masih mengguyur kawasan tersebut.
“Longsor terjadi sekitar pukul setengah enam sore. Syukur tidak ada korban jiwa karena penghuni rumah sempat menyelamatkan diri, tetapi seluruh isi rumah tertimbun material longsor,” ungkap Aksan.
Menurut warga, suara gemuruh sempat terdengar sebelum material longsor turun dari tebing dan menghantam rumah korban. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan bantuan dan melakukan evakuasi secara manual menggunakan alat seadanya.
Namun, proses pembersihan material longsor mengalami kendala akibat kondisi medan yang cukup berat serta cuaca yang masih sering diguyur hujan. Warga juga khawatir terjadi longsor susulan karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan penanganan darurat dan memberikan bantuan kepada korban terdampak.
Selain bantuan logistik dan kebutuhan dasar, warga juga meminta adanya langkah cepat untuk membersihkan material longsor menggunakan alat berat agar rumah yang tertimbun dapat segera dievakuasi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah pegunungan di Kabupaten Mamasa memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi, terutama saat musim penghujan dengan curah hujan tinggi melanda kawasan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan dan segera mengungsi ke tempat aman apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah maupun retakan di sekitar permukiman warga.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *