Tana Toraja InfoBerantasNews.com– Pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tana Toraja, mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. Selain diharapkan mampu meningkatkan pasokan energi di wilayah Sulawesi, proyek tersebut dinilai telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan akses transportasi.
Salah seorang tokoh masyarakat Simbuang, P. Rombelinggi, yang akrab disapa Nenek Andri, membenarkan bahwa sebagian besar warga mendukung keberadaan proyek tersebut. Ia juga berperan sebagai mediator utama dalam proses pembangunan PLTA sehingga komunikasi antara masyarakat dan pihak pelaksana proyek dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya, manfaat pembangunan sudah mulai dirasakan masyarakat, terutama dengan membaiknya infrastruktur jalan yang menghubungkan wilayah Masewe, Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dengan Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
“Sebelumnya perjalanan dari Masewe ke Simbuang membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima jam karena kondisi jalan yang sulit dilalui. Sekarang, setelah adanya pembangunan akses jalan, waktu tempuh hanya sekitar 25 menit,” ujar P. Rombelinggi.
Ia menilai perubahan tersebut memberikan dampak yang sangat besar terhadap aktivitas masyarakat. Mobilitas warga menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih cepat, biaya transportasi berkurang, serta akses menuju layanan pendidikan dan kesehatan menjadi semakin baik.
Masyarakat berharap pembangunan PLTA tidak hanya menghasilkan pasokan listrik, tetapi juga terus memberikan manfaat berkelanjutan melalui peningkatan infrastruktur, terbukanya lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Mamasa dan Tana Toraja.
Dengan berbagai manfaat yang mulai dirasakan, proyek PLTA Simbuang dipandang sebagai salah satu pembangunan strategis yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Warga berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
(Red).












