Info  

APKAN RI DPW Sulbar Pertanyakan Manajemen Pelabuhan fery Mamuju di Simboro, Penumpang Ferry Berjam-jam Menunggu di atas Kapal Fery.

MAMUJU InfoBerantasNews.com– Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APKAN RI Sulawesi Barat, Bahtiar Salam menyampaikan keprihatinan sekaligus mempertanyakan manajemen operasional Pelabuhan Ferry Simboro yang dinilai belum memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan. Sorotan tersebut muncul setelah adanya keluhan dari sejumlah penumpang yang harus menunggu berjam-jam di atas kapal sebelum pemberangkatan dilakukan, termasuk salah satu penumpang saat ini Bahtiar Salam.(7/7/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan serta informasi yang diterima dari para penumpang, mereka telah diarahkan naik ke kapal sebelum pukul 18.00 WITA. Namun hingga sekitar pukul 21.40 WITA kapal belum juga diberangkatkan. Akibatnya, ratusan penumpang harus menunggu selama kurang lebih 3,5 jam tanpa adanya kepastian mengenai waktu keberangkatan maupun penjelasan yang memadai dari pihak yang bertanggung jawab.

Kondisi tersebut menimbulkan berbagai keluhan dari Penumpang. Tidak sedikit penumpang yang membawa anak-anak, bayi, perempuan, maupun lanjut usia harus bertahan di dalam kapal dalam suasana yang panas dan pengap. Bahkan, banyak penumpang yang berada di dek atau lantai satu dan dua kapal mengeluhkan suhu yang sangat panas karena sirkulasi udara dinilai kurang memadai.

DPW APKAN RI Sulawesi Barat menilai bahwa pelayanan transportasi publik, khususnya transportasi laut, tidak hanya diukur dari berhasil atau tidaknya kapal berlayar menuju tujuan, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sejak penumpang memasuki area pelabuhan hingga tiba di tempat tujuan. Oleh karena itu, aspek kenyamanan, kepastian jadwal, keselamatan, serta pelayanan yang manusiawi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan pelayanan publik.

Selain lamanya waktu tunggu, APKAN RI juga menyoroti kondisi fasilitas di dalam kapal. Saat penumpang telah berada di atas kapal dalam waktu yang cukup lama, seharusnya seluruh fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan (AC), kipas angin, ventilasi udara, ruang tunggu, ketersediaan air serta fasilitas umum lainnya dipastikan berfungsi dengan baik agar penumpang tidak mengalami kepanasan ataupun ketidaknyamanan selama menunggu keberangkatan.

Menurut DPW APKAN RI Sulawesi Barat, apabila terjadi keterlambatan keberangkatan karena faktor teknis, operasional, cuaca, atau alasan keselamatan pelayaran, pihak pengelola maupun operator kapal wajib memberikan informasi yang jelas, terbuka, dan berkala kepada seluruh penumpang. Transparansi informasi sangat penting agar masyarakat mengetahui alasan keterlambatan dan tidak merasa diabaikan.

“Kami mempertanyakan manajemen operasional Pelabuhan Simboro dan operator kapal ferry. Mengapa penumpang sudah diminta naik ke kapal sejak sebelum pukul 18.00 WITA, namun hingga pukul 21.40 WITA kapal belum juga berangkat. Kondisi ini tentu sangat melelahkan bagi masyarakat, terlebih bagi anak-anak, lansia, dan keluarga yang membawa balita,” ujar perwakilan DPW APKAN RI Sulawesi Barat.

Lebih lanjut, APKAN RI menegaskan meminta kepada Menteri Perhubungan untuk mengevaluasi segera Kinerja Kepala Pelabuhan Fery Mamuju di Simboro serta pihak -pihak yang terkait, agar kejadian yang serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.tutup Bahtiar.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *