Daerah  

Bertahun-tahun Rusak Parah, Jalan Poros Besoangin di Kecamatan Tutar Lumpuhkan Aktivitas Warga Tiga Desa

POLEWALI MANDAR Infoberantasnews.com Kondisi Jalan Poros Besoangin di Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kini semakin memprihatinkan. Bertahun-tahun mengalami kerusakan tanpa penanganan serius, akses utama masyarakat di wilayah tersebut berubah menjadi jalan berlumpur, penuh lubang, dan sulit dilalui kendaraan. Hingga saat ini, masyarakat di tiga desa yakni Desa Besoangin, Desa Besoangin Utara, dan Desa Ratte terus merasakan dampak buruk akibat rusaknya infrastruktur jalan tersebut.

Jalan poros yang menjadi penghubung utama antar desa dan akses menuju pusat ekonomi maupun pelayanan publik itu kini nyaris tidak layak digunakan. Sejumlah titik mengalami kerusakan berat, dengan badan jalan dipenuhi lubang besar, bebatuan tajam, serta kubangan lumpur saat musim hujan tiba. Bahkan beberapa kendaraan roda dua maupun roda empat kerap terjebak dan tidak mampu melintas.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat menjadi lumpuh. Pasokan bahan makanan, kebutuhan pokok, hingga distribusi hasil pertanian warga menjadi terhambat. Warga mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk transportasi karena kendaraan sulit masuk ke wilayah mereka. Tidak sedikit sopir pengangkut barang yang memilih menolak masuk akibat kondisi jalan yang dinilai membahayakan.

Masyarakat menilai kerusakan jalan tersebut bukan lagi persoalan baru, melainkan masalah lama yang hingga kini belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah. Padahal jalan poros Besoangin merupakan akses vital yang digunakan masyarakat setiap hari untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial.

“Sudah bertahun-tahun kami merasakan kondisi seperti ini. Kalau hujan turun, jalan berubah jadi lumpur dan kendaraan tidak bisa lewat. Kalau panas, debu dan batu berserakan di mana-mana. Kami sangat kesulitan,” ungkap salah satu warga setempat.

Kesulitan paling dirasakan masyarakat ketika hendak membawa hasil pertanian keluar desa. Sebagian besar warga di wilayah tersebut menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Namun akibat jalan rusak, hasil panen sering terlambat dipasarkan dan biaya pengangkutan meningkat drastis. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat.

Tidak hanya sektor ekonomi, akses pendidikan dan kesehatan juga ikut terdampak. Anak-anak sekolah harus melewati jalan rusak setiap hari dengan risiko kecelakaan yang tinggi. Sementara warga yang sakit sering mengalami kesulitan mendapatkan pertolongan medis karena kendaraan sulit menjangkau lokasi.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Warga meminta agar perbaikan jalan tidak hanya dilakukan secara sementara, tetapi melalui pembangunan yang benar-benar maksimal dan berkelanjutan.

Warga juga berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi di lapangan agar dapat merasakan penderitaan masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses jalan. Menurut mereka, infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang kesejahteraan masyarakat di daerah pedalaman.

“Jalan ini adalah urat nadi masyarakat. Kalau jalannya rusak, semua aktivitas ikut terganggu. Kami hanya ingin akses yang layak agar kehidupan masyarakat bisa berjalan normal,” tambah warga lainnya.

Hingga kini masyarakat masih menunggu langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki Jalan Poros Besoangin di Kecamatan Tubbi Taramanu. Harapan besar masyarakat tertuju pada pemerintah daerah dan provinsi agar persoalan infrastruktur yang telah berlangsung bertahun-tahun ini segera mendapatkan solusi nyata demi kepentingan masyarakat luas.

(Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *