Polda  

Kapolda Sulbar Soroti Kekerasan Seksual dan Dampak Kemiskinan terhadap Kriminalitas

Mamuju, Infoberantasnews.com— Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Adi Deriyan Jayamarta, menyoroti dua persoalan krusial yang tengah menjadi perhatian serius jajaran kepolisian, yakni maraknya kasus kekerasan seksual serta faktor kemiskinan yang berpotensi memicu tindak kejahatan. Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Senin (27/4/2026).

Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kejahatan seksual, khususnya yang menyasar perempuan dan anak. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat, profesional, dan berkeadilan bagi para korban.

“Setiap laporan yang masuk harus ditindaklanjuti secara serius. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan seksual. Kita pastikan seluruh kasus diproses tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya di hadapan seluruh personel.

Selain itu, Kapolda juga mengingatkan bahwa kemiskinan kerap menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya angka kriminalitas. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran untuk tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga melakukan langkah-langkah preventif melalui pendekatan humanis kepada masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun lembaga sosial, guna menekan potensi kejahatan yang dipicu oleh kondisi sosial-ekonomi. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya tindak pidana sejak dini.

Kapolda turut menginstruksikan kepada seluruh anggota agar meningkatkan kepekaan terhadap situasi di lingkungan masing-masing serta responsif terhadap setiap laporan masyarakat. Ia juga mengingatkan agar anggota kepolisian menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Apel pagi tersebut menjadi momentum penegasan komitmen Polda Sulbar dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus memperkuat peran kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dengan langkah tegas dan pendekatan yang komprehensif, diharapkan angka kekerasan seksual dan tindak kriminalitas di wilayah Sulawesi Barat dapat ditekan secara signifikan.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *