MAJENE InfoBerantasNews – Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Majene. Wakapolres Majene Kompol Muh. Akhir Anwar, S.H., menghadiri Apel Gelar Pasukan sekaligus Simulasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar di Makodim 1401/Majene, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana Karhutla.
Apel turut dihadiri Bupati Majene H. Andi Achmad Syukri Tammalele, Kasrem 142/Tatag, Kasi Ops Korem 142/Tatag, Dandim 1401/Majene, Kepala Kejaksaan Negeri Majene, Sekda Majene, Danpos SAR Majene, Camat Banggae Timur, perwakilan Galaag Kabupaten Majene serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Bupati Majene H. Andi Achmad Syukri Tammalele yang bertindak sebagai Inspektur Apel menegaskan bahwa simulasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menguji kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kondisi darurat.
“Simulasi hari ini sangat penting. Ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah latihan nyata untuk menguji kesiapan kita, menguji kekompakan lintas sektor, dan menguji peralatan yang kita miliki,” ujar Bupati.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah mengambil bagian dalam kesiapsiagaan penanganan Karhutla, mulai dari BPBD, TNI, Polri, MPA hingga para relawan.
Menurutnya, seluruh rangkaian simulasi harus dilaksanakan dengan keseriusan dan dipandang sebagai gambaran kondisi darurat yang sebenarnya, sehingga setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing ketika terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
Sementara itu, Wakapolres Majene Kompol Muh. Akhir Anwar, S.H., menegaskan bahwa Polres Majene siap mendukung penuh upaya penanggulangan Karhutla melalui penguatan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, MPA, relawan dan seluruh stakeholder terkait.
“Polri siap bersinergi dengan seluruh unsur yang ada. Yang paling utama adalah bagaimana kita mampu melakukan pencegahan sejak dini, bergerak cepat ketika terjadi kebakaran, serta memastikan penanganannya dilakukan secara terpadu agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan tidak hanya diperlukan saat kebakaran terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan setiap personel memahami perannya masing-masing. Dengan koordinasi dan komunikasi yang baik, kita berharap potensi Karhutla di wilayah Majene dapat dicegah dan ditangani secara cepat, efektif dan bersama-sama,” pungkas Wakapolres.
(Red).












