Polewali Mandar InfoBerantasNews.com– Krisis air yang melanda areal persawahan di Desa Rappang dan Desa Rappang Barat, Kabupaten Polewali Mandar, mengancam sekitar 400 hektare lahan pertanian. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran para petani karena tanaman padi yang mereka budidayakan terancam gagal panen akibat kekurangan pasokan air.(26/7/2026).
Dalam beberapa pekan terakhir, debit air yang mengaliri persawahan terus menurun. Akibatnya, banyak lahan mulai mengering dan tanaman padi menunjukkan tanda-tanda layu. Apabila kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya penanganan yang cepat, kerugian yang dialami petani diperkirakan akan sangat besar dan dapat berdampak pada produksi pangan di wilayah Polewali Mandar.
Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui dinas terkait segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang mereka hadapi. Mereka menilai bantuan pompa air merupakan kebutuhan paling mendesak agar air dari sumber yang masih tersedia dapat dialirkan ke lahan-lahan pertanian yang saat ini mengalami kekeringan.
“Kami hanya berharap pemerintah segera membantu. Jika pompa air bisa disediakan secepatnya, masih ada harapan tanaman kami dapat diselamatkan. Kalau terlambat, kami takut seluruh sawah mengalami gagal panen,” ungkap salah seorang petani.
Selain bantuan pompa air, masyarakat juga meminta adanya langkah strategis untuk memperbaiki sistem irigasi sehingga persoalan kekurangan air tidak terus berulang setiap musim kemarau. Menurut mereka, sektor pertanian merupakan sumber mata pencaharian utama masyarakat di kedua desa tersebut sehingga perlu mendapat perhatian serius.
Ancaman gagal panen di lahan seluas sekitar 400 hektare tidak hanya berpotensi menurunkan pendapatan petani, tetapi juga dapat memengaruhi ketahanan pangan daerah apabila produksi padi menurun secara signifikan. Karena itu, penanganan cepat dinilai sangat penting agar kerugian yang lebih besar dapat dihindari.
Petani Desa Rappang dan Rappang Barat berharap pemerintah daerah, Dinas Pertanian, serta instansi terkait segera mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan pompa air dan mencari solusi pengairan yang berkelanjutan. Mereka meyakini bahwa dukungan pemerintah akan menjadi harapan besar untuk menyelamatkan tanaman padi yang kini tengah menghadapi ancaman kekeringan.
Masyarakat berharap aspirasi ini segera mendapat perhatian sehingga ratusan hektare sawah yang menjadi tumpuan kehidupan warga dapat diselamatkan dari ancaman gagal panen, sekaligus menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Polewali Mandar.
(Red).












