Daerah  

Dapur MBG di Taramanu Tua Berdiri Kokoh, Namun Belum Beroperasi: Jangan Sampai yang Dimasak Hanya Harapan

Polewali Mandar InfoBerantasNews.com  Keberadaan salah satu bangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, bangunan yang disebut diperuntukkan menunjang pelaksanaan program MBG tersebut telah berdiri kokoh, namun hingga saat ini belum terlihat aktivitas operasional sebagaimana yang diharapkan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya terkait kapan fasilitas tersebut akan mulai difungsikan dan memberikan manfaat secara nyata bagi penerima manfaat di wilayah tersebut.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program pemerintah yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak. Karena itu, keberadaan fasilitas pendukung seperti dapur MBG semestinya dapat diikuti dengan kejelasan mengenai kesiapan operasional, pengelolaan, serta mekanisme pelayanannya.

Masyarakat tentu berharap bangunan yang telah tersedia tidak hanya menjadi sebuah fasilitas fisik, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan sesuai dengan tujuan pembangunannya.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, jika bangunan dapur MBG sudah berdiri, apa yang menjadi kendala sehingga belum juga beroperasi? Apakah masih terdapat proses administrasi, kesiapan pengelola, sarana pendukung, tenaga kerja, distribusi bahan pangan, atau faktor lainnya?

Hal tersebut tentunya perlu mendapatkan penjelasan dari pihak-pihak yang berwenang agar masyarakat tidak hanya memperoleh informasi yang simpang siur.

Seiring berjalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan pelaksanaan program MBG yang terus didorong, masyarakat di daerah juga tentu berharap program tersebut dapat benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke wilayah pelosok, termasuk Kecamatan Tutar.

Jangan sampai pembangunan fasilitas telah menghabiskan anggaran dan waktu, tetapi pemanfaatannya justru belum jelas. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana status fasilitas tersebut, kapan ditargetkan mulai beroperasi, serta apa saja kendala yang menyebabkan sampai saat ini belum berjalan.

Jangan sampai dapurnya sudah siap, tetapi yang dimasak justru hanya harapan masyarakat.

Untuk itu, pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status dapur MBG di Desa Taramanu Tua. Jika memang masih terdapat tahapan yang harus diselesaikan, masyarakat perlu mengetahui tahapan tersebut beserta target waktu penyelesaiannya.

Transparansi diperlukan agar pembangunan fasilitas publik tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi benar-benar berujung pada pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.

Masyarakat tidak sedang mempertanyakan program MBG-nya. Yang diharapkan adalah kejelasan, kepastian, dan realisasi, sehingga fasilitas yang telah berdiri dapat segera menjalankan fungsi sebagaimana tujuan awalnya.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah program pemerintah bukan hanya dapat dilihat dari berdirinya bangunan, tetapi dari sejauh mana fasilitas tersebut benar-benar digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kini masyarakat Taramanu Tua menunggu jawaban: kapan dapur MBG tersebut benar-benar mulai beroperasi?

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *