Daerah  

Petani Kakao Keluhkan Penurunan Harga yang Drastis, Ancam Ekonomi Lokal

Polewali Mandar, Infoberantasnews.com — Para petani kakao di sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar, khususnya di Kecamatan Tutar, mengeluhkan turunnya harga kakao secara drastis dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan ini dinilai sangat merugikan petani yang selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil perkebunan kakao.(27/4/2026).

Sejumlah petani yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa harga kakao sebelumnya sempat berada pada kisaran tinggi, namun kini anjlok tanpa kejelasan penyebab yang pasti. Kondisi ini membuat pendapatan petani menurun tajam, sementara biaya produksi seperti pupuk, perawatan, dan tenaga kerja terus meningkat.

“Dulu harga masih bisa menutupi biaya kebun, sekarang sudah sangat jauh turun. Kami terpaksa tetap menjual karena kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar salah satu petani.

Para petani juga menyoroti minimnya perhatian dan intervensi dari pemerintah terkait fluktuasi harga komoditas kakao. Mereka berharap adanya langkah konkret, seperti penetapan harga dasar, penguatan akses pasar, hingga pengawasan terhadap permainan harga oleh tengkulak.

Penurunan harga kakao ini tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga berpotensi mempengaruhi perekonomian daerah secara keseluruhan. Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Selain itu, petani mengkhawatirkan jika kondisi ini terus berlanjut, banyak kebun kakao yang akan terbengkalai karena tidak lagi memberikan keuntungan yang layak. Hal ini dapat berdampak jangka panjang terhadap produksi kakao daerah.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera turun tangan untuk menstabilkan harga serta memberikan solusi nyata bagi petani, agar sektor perkebunan kakao tetap bertahan dan kesejahteraan petani tidak semakin terpuruk.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *