Sekdis DISARPUS Sikka Sosialisasikan Gerakan 30 Menit Membaca di SDN Bolawolon dan SDN Blatat

Maumere Infoberantasnews.com Pemerintah Kabupaten Sikka terus mendorong penguatan budaya literasi sejak dini. Melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS), sosialisasi Surat Edaran Bupati Sikka Nomor: ArsipPustaka.000.14.4/75/2026 tentang Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains, serta Penguatan Ekosistem Literasi digelar di SDN Bolawolon dan SDN Blatat, Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, bertempat di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon, Jum’at 24/04/2026.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Yuvensius Rafael, SE, yang menegaskan pentingnya membangun kebiasaan membaca sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Gerakan 30 menit membaca bukan sekadar program, tetapi sebuah gerakan bersama untuk membangun karakter, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak-anak kita,” ujarnya di hadapan para siswa, guru, dan orang tua.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, Kepala Desa Tanaduen Paulus Jonson Aritos, S.Sos, para kepala bidang di lingkungan DISARPUS yakni Rosita Djado (Kabid Pengelolaan Arsip), Imelda Keupung (Kabid Pengawasan Arsip), dan Yosef Sudarso (Kabid Pengembangan Perpustakaan). Hadir pula pegiat literasi Kampung Kabor, Kak Yanto de Flores, Ketua ASIDEWI Yance Moa, Ketua Jaring Sejahtera, para guru, orang tua, serta komunitas literasi setempat.

Kepala Dinas DISARPUS Sikka, Very Awales, dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa keberhasilan gerakan literasi tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak.

“Literasi adalah tanggung jawab bersama. Orang tua, sekolah, pemerintah desa, hingga komunitas harus bergerak bersama menciptakan lingkungan yang kaya akan bahan bacaan dan aktivitas literasi,” ungkapnya.

Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan edukasi literasi dan sains, serta sesi interaktif berupa storytelling dan motivasi membaca yang dibawakan oleh pegiat literasi. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca dengan cara yang menyenangkan.

Kepala Desa Tanaduen, Paulus Jonson Aritos, menyampaikan apresiasi atas kehadiran DISARPUS Sikka yang telah membawa semangat baru bagi masyarakat desa, khususnya dalam membangun budaya literasi di kalangan anak-anak.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sikka berharap Gerakan 30 Menit Membaca dapat diimplementasikan secara konsisten di sekolah, rumah, dan ruang-ruang publik lainnya, sehingga mampu memperkuat ekosistem literasi yang berkelanjutan di daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, Kabupaten Sikka optimistis dapat melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing di masa depan.@Red

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *