Daerah  

Hujan Singkat Guyur Polewali, Genangan Air Kembali Terjadi di Sejumlah Titik

Polewali, Infoberantasnews.com— Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Polewali pada Minggu (3/5/2026) sore memicu terjadinya genangan air di sejumlah ruas jalan. Meski berlangsung dalam durasi relatif singkat, hujan tersebut cukup untuk mengganggu aktivitas masyarakat, terutama para pengguna jalan.

Genangan air dilaporkan muncul hanya beberapa menit setelah hujan turun. Kondisi ini kembali menyoroti kerentanan sistem drainase perkotaan dalam menampung debit air, bahkan dalam situasi hujan yang tidak berlangsung lama.

Salah satu titik yang terdampak berada di Jalan Budaya, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali. Di lokasi tersebut, air terlihat menutupi sebagian badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas melambat. Sejumlah pengendara, khususnya roda dua, tampak berhati-hati saat melintas guna menghindari risiko tergelincir maupun kerusakan kendaraan.

Warga setempat mengungkapkan bahwa genangan di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi turun, air kerap menggenangi jalan akibat saluran drainase yang dinilai belum mampu mengalirkan air secara optimal.

“Kalau hujan sebentar saja sudah tergenang. Apalagi kalau hujan lama, bisa lebih tinggi airnya,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.

Selain berdampak pada kelancaran lalu lintas, genangan air juga meningkatkan potensi kecelakaan. Lubang jalan yang tertutup air kerap tidak terlihat oleh pengendara, sehingga menambah risiko, terutama bagi pengguna sepeda motor.

Pengamat perkotaan menilai persoalan ini berkaitan dengan kombinasi faktor, mulai dari kapasitas saluran yang terbatas, sedimentasi, hingga kemungkinan adanya penyumbatan akibat sampah. Dalam jangka panjang, penanganan persoalan drainase membutuhkan pendekatan terintegrasi, termasuk perencanaan tata kota yang adaptif terhadap perubahan pola curah hujan.

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret, seperti normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, serta pengawasan terhadap kebersihan lingkungan. Upaya ini dinilai penting untuk meminimalkan dampak genangan yang terus berulang.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air di sejumlah titik dilaporkan mulai berangsur surut seiring meredanya hujan. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan, mengingat potensi hujan susulan masih dapat terjadi dan berisiko menimbulkan genangan serupa di kawasan rawan.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *