Daerah  

Setiap Hujan, Jalan Jadi Kubangan: Drainase Madatte Kian Memprihatinkan

Polewali Mandar, Infoberantasnews.com Hujan berintensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Polewali Mandar pada Senin (27/4/2026) kembali menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan di Kelurahan Madatte. Air terlihat menggenangi badan jalan di beberapa titik, mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

Pantauan di lapangan menunjukkan genangan terjadi dengan ketinggian bervariasi, menutup sebagian permukaan jalan. Kondisi ini memaksa pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, untuk menurunkan kecepatan guna menghindari risiko tergelincir maupun kerusakan kendaraan.

Warga setempat mengungkapkan bahwa genangan air di wilayah tersebut merupakan kejadian yang berulang. Setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, air kerap meluap ke badan jalan akibat saluran drainase yang dinilai tidak mampu menampung debit air secara optimal.

“Kalau hujan deras, hampir pasti tergenang. Kadang air bertahan cukup lama sebelum surut,” ujar seorang warga.

Fenomena ini kembali menyoroti persoalan klasik infrastruktur perkotaan, khususnya keterbatasan kapasitas dan minimnya pemeliharaan sistem drainase. Saluran air yang tersumbat, sedimentasi, serta kurangnya perencanaan teknis menjadi faktor yang memperparah genangan, terutama saat curah hujan meningkat dalam waktu singkat.

Selain menghambat lalu lintas, genangan air juga berpotensi merusak badan jalan. Air yang menggenang dalam durasi lama dapat mempercepat degradasi aspal, memicu retakan, hingga terbentuknya lubang yang membahayakan pengguna jalan.

Risiko keselamatan juga meningkat, terutama pada malam hari. Minimnya pencahayaan dan tertutupnya permukaan jalan oleh genangan membuat pengendara kesulitan mengidentifikasi kondisi jalan, termasuk lubang atau kerusakan yang tidak terlihat.

Warga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan ini secara serius dan berkelanjutan. Normalisasi dan revitalisasi saluran drainase dinilai menjadi kebutuhan mendesak, disertai peningkatan kualitas infrastruktur jalan agar lebih tahan terhadap genangan air.

Selain itu, diperlukan pula perencanaan sistem drainase yang lebih adaptif terhadap perubahan pola curah hujan, termasuk integrasi dengan tata ruang wilayah serta pengendalian limpasan air permukaan.

Hingga siang hari, genangan air dilaporkan mulai berangsur surut seiring meredanya hujan. Meski demikian, kejadian yang terus berulang ini menjadi indikator kuat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan air di kawasan tersebut.

Peristiwa di Kelurahan Madatte mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak daerah dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap infrastruktur dasar. Tanpa penanganan yang komprehensif dan terukur, kondisi serupa berpotensi terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat dalam jangka panjang.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *