Mamasa Infoberantasnews.com Pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Mamasa tahun 2026 menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kritik muncul setelah susunan acara yang dinilai tidak mencerminkan penghargaan terhadap prestasi siswa sebagai inti dari peringatan pendidikan tersebut.
Sejumlah pihak menilai panitia penyelenggara kurang profesional dalam mengatur agenda kegiatan. Penyerahan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi, yang telah mengharumkan nama daerah, justru ditempatkan di akhir rangkaian acara. Ironisnya, prosesi tersebut dilakukan, setelah upacara resmi dinyatakan selesai dan sebagian besar tamu undangan telah meninggalkan lokasi.

Sebaliknya, seremoni penyerahan bantuan dari pihak perusahaan, seperti PLN Nusantara Power Bakaru dan Bank BPD, justru mendapat porsi utama di tengah jalannya upacara inti. Penempatan agenda ini dinilai mencerminkan ketimpangan prioritas, di mana kontribusi lembaga lebih diutamakan dibandingkan apresiasi terhadap capaian akademik siswa.
Masyarakat menilai kondisi tersebut berpotensi melukai semangat dan kebanggaan para siswa. Padahal, dunia pendidikan merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang.
“Momentum Hardiknas seharusnya menjadi panggung utama untuk menghargai prestasi siswa, bukan justru memikirkannya,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini memicu berbagai kritik terhadap panitia penyelenggara yang dianggap gagal menyusun skala prioritas dalam acara yang seharusnya menjadi perayaan bagi insan pendidikan.
Masyarakat berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih bijak dan cermat dalam menyusun agenda kegiatan seremonial, sehingga esensi Hardiknas sebagai bentuk penghormatan terhadap prestasi akademik dan pembentukan karakter siswa tetap terjaga.
(Red).












